Welcome to My Blog ^^ Welcome to My Blog ^^ Welcome to My Blog ^^

Selasa, 06 September 2011

SUKSES ADA DI PIKIRAN ANDA


Gak percaya?

Apakah Anda pernah berfikir, apa yang membedakan kita dengan Bill Gates, selain kekayaan sebesar US $50 milyar?

Bukan gelar sarjana-nya (Bill Gates tidak pernah lulus universitas!), bukan karena keluarga-nya, bukan pula teman-nya (banyak orang miskin yang kenal dengan orang kaya, tapi mereka tidak jadi kaya juga, kan?).

Yang membedakan Anda dengan Bill Gates adalah hanya apa yang ada di benak Anda dan dia. Hanya itu saja. Pikiran Anda adalah satu-satu-nya yang membedakan Anda dengan seorang Bill Gates.

Apa arti-nya?
Arti-nya adalah bahwa apa dan siapa Anda sekarang disebabkan oleh pilihan Anda sendiri untuk berada dimana Anda sekarang berada.

Ya, murni keputusan Anda sendiri. Pikiran yang ada di benak Anda, membawa Anda untuk mengambil keputusan, yang pada akhirnya membawa Anda kepada kondisi Anda sekarang.

Faktor yang paling menentukan untuk melihat apakah Anda akan sukses, adalah;

Apakah Anda membentuk atau tidak, sebuah pikiran (mindset) yang akan mendorong dan memberikan kekuatan kepada Anda untuk melakukan tindakan dan menerapkan disiplin yang dibutuhkan untuk meraih sukses?

Bukan produk, perusahaan, bukan training, bukan artikel blog motivasi ini, bukan CD motivasi, dan bukan juga segerombolan up line Anda yang bersedia membantu Anda! Anda dan hanya Anda lah. It's your mindset,!

Apakah Anda melatih pikiran Anda untuk berfikir seperti seorang pebisnis yang sukses, yang pada akhirnya, akan menjadikan Anda seorang pebisnis sukses?


"Tapi Berhati-hatilah Dengan Pikiran Anda, Pikiran Anda Sering Menipu!"


Seseorang yang sukses melakukan apa yang -secara sadar diputuskan - untuk tidak dilakukan oleh orang-orang yang tidak sukses. Keputusan untuk "gagal" ini, sangat mudah untuk dilupakan, karena pikiran Anda akan memberikan "alasan logis" yang membenarkan keputusan Anda tersebut. Jika Anda tidak berhati-hati, Anda akan membiarkan pikiran Anda menipu Anda.

Alasan-alasan umum seperti:

"saya terlalu sibuk saat ini"
"saya belum punya cukup waktu"
"saya terlalu capek untuk melakukan hal lain"
"saya tidak punya uang yang cukup untuk memulai"
"istri/suami saya tidak setuju"
"saya pernah mencoba, dan gagal"
"saya tidak punya pengalaman bisnis"
"saya tidak suka berjualan"
"saya mau mencoba bisnis yang lain"
"saya tidak punya kenalan, yang kira-kira mau ikutan juga"
"saya coba dulu produk-nya"
"saya terlalu gemuk"
"saya gengsi"
"saya pemalu"
"saya botak"


Coba Anda baca lagi alasan-alasan diatas, bukankah mudah bagi Anda untuk menemukan secara langsung -setidaknya- 3 alasan yang menenangkan/menyenangkan Anda, dan membuktikan kepada Anda bahwa Anda memang tidak bisa mendapatkan apa yang sebenarnya Anda inginkan?

Apakah alasan-alasan diatas benar-benar sebuah alasan yang sesungguhnya? Atau kah itu semua hanya alasan (yang dicari-cari) belaka? Mau tahu masalah sebenar-nya?

"Masalahnya Adalah, Bukan Pada Apakah Anda Bisa Atau Tidak, Tapi Apakah Anda Benar-benar Menginginkannya?"

Setiap kali Anda bilang "saya tidak bisa", secara otomatis akan diterjemahkan oleh pikiran Anda sebagai; "saya tidak akan melakukan-nya", dan Anda akan secara otomatis pula memberikan alasan-alasan yang "logis" untuk mendukung pendapat Anda tersebut.

Pikiran yang konsisten tentang sesuatu, akan menghasilkan pola tertentu dari cara berfikir Anda. Pola pikir Anda akan menghasilkan "rasa percaya" (beliefs), "sikap" (attitude), dan "nilai" (values). Beliefs, Attitudes, dan Values, akan menghasilkan "tindakan" (actions). Actions akan menghasilkan results. Cukup logis, bukan?

Kenyataan-nya, di dunia ini, hanya satu hal yang masuk hitungan; yaitu sesuatu yang Anda hasilkan (result), dan sesuatu tersebut adalah hasil dari serangkaian pola pikir Anda. Anda tidak dapat menghasilkan sesuatu yang tidak ada dalam diri Anda sendiri.

Ingat,; Bibit Jeruk Tidak Akan Menghasilkan Anggur, Dan Ayam Tidak Akan Menghasikan Kuda. Cukup Logis?

Singkat kata, jika Anda ingin menjadi "sesuatu", mulai lah dengan membentuk dan melatih pikiran Anda untuk menjadi "sesuatu" itu!

"Namun Perlu Di-Ingat Kembali, Bahwa Anda Dan Diri Anda Sendirilah Yang Bisa Menolong Anda"

Dengan kata Lain Anda Harus segera Action!! Jangan biarkan diri Anda menjadi seorang pemimpi selamanya. Wujudkan mimpi Anda! Jadikan diri Anda seorang pemimpin, yang bertanggung jawab terhadap diri Anda sendiri, dan orang-orang yang Anda pimpin! Saya disini hanya membantu Anda untuk melihat kenyataan hidup dan permasalahannya, memberikan sebuah motivasi pada diri Anda dan solusinya tentu Anda terapkan sendiri. Pilihan sepenuh-nya ada pada Anda.

http://kembara-bumi.blogspot.com
Under : Artikel motivasi

Kamis, 01 September 2011

Ketenangan Pikiran




Suatu kala, seorang pemuda sedang
berkelana bersama dengan gurunya ke suatu tempat yang cukup jauh. Perjalanan
tersebut membutuhkan waktu berhari-hari. Karena mereka hanya berjalan kaki,
mereka harus beristirahat jika sedang lelah atau mencari tempat menginap jika
hari sudah menjelang malam.



Suatu hari, di tengah perjalanan,
mereka berhenti untuk beristirahat dan melepas lelah. Mereka saat

Menatap Ke Depan




Beberapa waktu lalu, setelah
sekian lama tidak bisa menikmati film hollywood, akhirnya saya menonton film
Kungfu Panda 2. Film-nya yang pertama memiliki makna yang sangat bagus sebagai
bahan pembelajaran. Begitu juga dengan sekuel kedua ini. Setiap film memiliki
sebuah titik balik (turning point) yang merupakan isi penting yang bisa kita
renungi.



Film ini menceritakan tentang si
panda

Senin, 15 Agustus 2011

Memanfaatkan Kesempatan Sebaik-baiknya




Dikisahkan, seorang
pria sedang menemani anak perempuannya bermain di sebuah taman. Pria ini hanya
duduk di bangku taman sambil memperhatikan anaknya bermain dengan gembira.
Setiap sore, ia selalu menyempatkan diri untuk menemani anaknya bermain.



Suatu hari, seorang wanita duduk di sebelah dirinya. Mereka pun berkenalan dan
larut dalam pembicaraan yang menyenangkan. Setelah beberapa saat,

Jumat, 20 Mei 2011

TDW Mastery - Membuat Nilai Tambah dalam Bisnis


Dalam bisnis ini kita harus selalu mempunyai nilai tambah, sebetulnya nilai tambah itu secara garis besar di bagi tiga. Anda hanya bisa ambil dua , jarang sekali anda bisa tiga tiganya. Ini saya ambil dan belajar dari Michael Tracy bagaimana �Double Digit Grow�. Ini buku yang sangat bagus dan bagaimana kita tumbuh dua kali lipat. Dia cerita tentang IBM dan perusahaan yang tumbuhnya cuma dua sekian persen tapi ada juga yang 11% dan 20%,dan terus tumbuh. Dan ada Jhonson n jhonson yang tumbuh selama 59 tahun bisnis nya terus tumbuh dan tumbuh terus. Dan saya pun masih terus harus belajar, disini dikatakan oleh Michael Tracy ada tiga keunggulan bisnis.

Satu adalahmurah, anda dengan operasional yang paling ringkes dan paling efisien anda bisa murah. Bisa seperti toko buku saya, satu keunggulannya adalah murah, parkir gratis dan segala macam yang lainnya, yang kedua keunggulan berikutnya adalah unggul dalam mutu produk � produk anda, dahsyat luar biasa , mutunya lebih baik di banding yang lain, yang ketiga adalah servisnya atau pelayanannya. Hanya tiga menurut dia dan servis itu termasuk kecepatan..

Action Plan :

1. Apa nilai tambah Perusahaan Anda?
2. Bagaimana di banding dengan Perusahaan kompetitor?
3. Buat nilai tambah yang dapat meningkatkan penjualan

Demikian dari Saya, Jika Anda ingin mendapatkan informasi lebih banyak lagi, Anda bisa mendapatkannya secara Gratis sebuah eBook TDW University � Business Session karya mentor Saya Tung Desem Waringin sebuah panduan untuk meningkatkan kekayaan Anda. Segera klik TDW Mastery,

Anda bisa mendapatkannya Di Sini

Minggu, 16 Januari 2011

5 Tips Sederhana Tingkatkan Kepercayaan Diri


Pernahkah Anda merasakan kehilangan kepercayaan diri? Kadang tanpa disadari kita cenderung tidak PD jika menghadapi masalah. Tidak PD bertemu dengan seseorang yang kaya, cantik atau bagi wanita gak PD dengan penampilannya dan akibatnya ketidakpercayaan pada diri sendiri dapat merembet kepada hal-hal lainnya seperti dalam bekerja atau bersoialisasi dengan masyarakat.

Banyak faktor yang menyebabkan hilangnya kepercayaan diri dimana faktor masa lalu yang biasanya menjadi penyebab. Kebiasaan tidak mendapat pujian pada masa lalu atau ketika kita masih anak-anak dapat menimbulkan kurangnya kepercayaan diri yang akan terus terbawa hingga dewasa. Kurangnya support orang tua dalam mendukung keinginan positif anak dan yang lebih krusial adalah faktor ekonomi.

Mereka yang biasa hidup sederhana atau jika tidak disebut miskin paling rentan terhadap masalah keprcayaan diri ini. Tak dipungkiri faktor ini paling menyebabkan semakin hilangnya kepercayaan diri seseorang. Contoh saja jika kita sedang memegang atau mempunyai uang banyak rasa percaya diri muncul begitu besarnya. Mau apapun seolah oke saja. Bertemu cewek oke juga, atau apapun kegiatanya jika ada uang kita sangat siap dan percaya diri menghadapi apapun. Uang telah membuat kita begitu percaya akan diri sendiri.

Namun dari berbagai latar belakang yang bisa menyebabkan orang kurang kepercayaan diri, ternyata untuk meningkatkan kepercayaan diri bisa dimulai dengan hal-hal sederhana dari sikap kita sendiri.

Berikut 5 tips sederhana Untuk meningkatkan rasa percaya diri yang bisa Anda coba dalam kegiatan sehari-hari:

1. Selalu Duduklah selalu di barisan depan didalam suatu acara

2. Adakan kontak mata dengan lawan bicara

3. Berjalanlah 25% lebih cepat

4. Berbicaralah terus terang

5. Tersenyumlah lebar-lebar


Cobalah untuk memulainya hari ini. Rasakan dan lihat hasilnya dalam 30 hari kedepan. Kebiasaan dengan melakukan 5 tips diatas akan membawa perubahan pada sikap Percaya diri Kita.

Selamat Mencoba..

Rabu, 10 November 2010

Berkawan Dengan Bencana


Musibah beruntun tengah di melanda negeri kita tercinta ini, Indonesia. Sebuah negeri yang katanya Jambrud di Khatulistiwa ternyata mempunyai potensi bencana yang cukup banyak. Tengoklah mulai dari bencana gempa yang kerap terjadi di negeri ini hingga letusan gunung berapi. Belum lagi bencana yang diakibatkan dari ulah manusia seperti banjir dan longsor bahkan Lumpur. Belum kering air mata akibat bancana banjir tanah longsor di Wasior Papua, gempa yang didiringi tsunami menerjang Kepulauan Mentawai dan yang terakhir yang hingga saat ini masih berlangsung yaitu Letusan gunung merapi yang entah sampai kapan akan berhenti walupun intensitasnya sudah menurun, letusan sudah berkurang, erupsi awan panas juga berkurang, tapi status masih awas karena energinya masih banyak.

Namun dari semua bencana yang terjadi itu, tidak cukup kita hanya melontarkan pertanyaan mengapa? Atau hanya sekedar menyalahkan alam itu sendiri. Tidak bisa seperti itu!! Ini tanah kita, tempat hidup kita.

Seharusnya kita berfikir semakin matang dan arif menyikapi bencana yang akhir-akhir ini sering melanda negeri kita. Kita tidak pernah tahu kapan bencana datang namun yang jelas kita berada dan hidup di negeri yang memang menyimpan potensi bencana yang banyak. Seperti yang kita ketahui dibanyak buku pelajaran geologi bahwa Negara kita adalah Negara kepulauan yang terletak di kawasan episentrum gempa bumi karena dilintasi oleh patahan kerak bumi lanjutan patahan kerak bumi dari pulau Sumatera, yang berada dilepas pantai selatan pulau Jawa.

Posisi Indonesia yang terletak di antara pertemuan tiga lempeng bumi yang besar yaitu Eurasia, Samudra Pasifik, dan Indo-Australia membuat perairan laut di sekitar kita sering mengalami gempa bumi belum lagi termasuk dalam Cincin Api Pasifik atau Lingkaran Api Pasifik (bahasa Inggris: Ring of Fire) adalah daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik. Daerah ini berbentuk seperti tapal kuda dan mencakup wilayah sepanjang 40.000 km. Daerah ini juga sering disebut sebagai sabuk gempa Pasifik.

Sekitar 90% dari gempa bumi yang terjadi dan 81% dari gempa bumi terbesar terjadi di sepanjang Cincin Api ini. Daerah gempa berikutnya (5�6% dari seluruh gempa dan 17% dari gempa terbesar) adalah sabuk Alpide yang membentang dari Jawa ke Sumatra, Himalaya, Mediterania hingga ke Atlantika.

Berdasarkan hal itu maka tentu saja otomatis Negara kita adalah Negara yang memang rawan bencana gempa baik berupa gempa tektonik maupun vulkanik. Maka dari itu kita sepatutnya harus sudah mengerti akan kondisi alam kita bahwa bencana semacam itu tentu akan kerap terjadi dan harus selalu siap kita hadapi. Mau tak mau pada akhirnya kita harus berteman dengan bencana itu sendiri, berusaha hidup berdampingan dengan bencana.

Seperti layaknya sebuah pertemanan, kita manusia yang lebih banyak di beri akal untuk berpikir, harus dapat memahami karakteristik alam tempat tinggal kita. Kita tahu alam telah memberi begitu banyak kekayaan untuk kita. Tanah bekas abu vulkanik menjadi tanah subur. Namun harus tahu juga bahwa dibalik kebaikannya, alam kita mempunyai karakter keras dengan berbagai bencana yang bisa ditimbulkannya.

Lalu harus seperti apa sikap kita?

Ilmu Pengetahuanlah jawabannya..

Seharusnya dari berbagai bencana yang telah menimpa kita, masyarakat harusnya lebih tahu dan mau belajar dari setiap bencana yang datang tentunya untuk menghindarkan kita dari banyaknya korban jiwa yang mati sia-sia karena bencana. Dukungan pemerintah dalam hal ini sangat diperlukan bukan hanya untuk evakusai atau sekedar bantuan makanan saja namun yang lebih penting adalah segera dibangunnya pusat-pusat informasi yang lebih dekat ke daerah masyarakat rawan bencana dan membeikan penyuluhan bagi masyarakat desa yang sebagian besar belum mengerti tentang cara menangulangi atau menyiasati bencana agar tidak memakan banyak korban. Teknologi sebagi system peringatan dini bila akan terjadi bencana seperti letusan gunung , Gempa dan Tsunami harus semakin dikembangkan.

Belajar dari Jepang

Jepang merupakan negara yang sering mengalami gempa. Kasus-kasus gempa di Jepang tergolong besar, sementara gempa kecil sudah merupakan menu rutin masyarakat Jepang. Bagaimana kita belajar dari mitigasi bencana gempa di Jepang?

Kita bisa terapkan model penanganan gempa di Jepang dengan karakteristik bencana seperti yang terjadi di Negara kita seperti bila terjadi Letusan Gunung berapi.

Model pembangunan pasca Bencana baik itu berupa bencana Gempa atau Letusan Gunung yaitu :.

Pertama adalah langkah penyelamatan dan pemulihan.

Kedua, adalah rekonstruksi.
Rekontruksi yang dimaksud bukan hanya pembangunan rumah tinggal, sarana dan prasarana saja tetapi lebih pada rekontruski yang terencana dengan membuat master plan rumah tinggal, tata kota dan fasilitas umum yang dapat menghindari kita dari ancaman bancana yang bisa datang setiap saat. Misalnya dengan membuat dan mensosialisasikan pembuatan rumah tahan gampa, atau jika diperlukan membuat bungker keselamatan, membuat akses jalan darurat bila terjadi bencana tau apapun itu yang sekiranya dapat meyelamatkan warga dari ancaman bencana.

Contohnya Pada Juli 1995, pemerintah Jepang baru mengeluarkan Hyogo Phoenix Plan, yang tidak saja mengembalikan infrastruktur dan pelayanan sebagaimana sebelum gempa. Lebih dari itu, mereka berorientasi pada creative reconstruction yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan era baru dan masyarakat matang (drive to maturity). Tampaknya mereka meminjam kerangka Rostow dalam model pembangunannya. Mereka punya visi ''mewujudkan masyarakat baru menyongsong abad 21, dan menciptakan kota tahan gempa sehingga warga bisa merasa confident''.

Yang jauh lebih penting adalah cita-cita mature society tersebut, dimana upaya membangun creative civil society yang berbasis kerja sama antara warga dan pemerintah menjadi visi besarnya. Termasuk dalam rekonstruksi ini warga dilibatkan dengan diberi kesempatan membentuk Komite Rekonstruksi yang didampingi konsultan profesional. Mereka sebagai mitra pemerintah dalam rekonstruksi ini. Sehingga, langkah pertama pemerintah dalam rekonstruksi ini adalah mengundang warga mendiskusikan proyek rekonstruksi fisik. Baru pada tahap kedua diskusi sosial-ekonomi.

Dalam tiga tahun, seluruh infrastruktur, seperti jalan, rel kereta api, dan sarana komunikasi lainnya selesai, dan bahkan jauh lebih bagus dari sebelumnya. Begitu pula lapangan kerja dan perumahan baru telah dibuka, serta creative civil society terbentuk. Dan, dari survey terhadap korban bencana, ditemukan bahwa 82,8 persen responden mengatakan sudah pulih. Jadi, tidak hanya rekonstruksi fisik dan ekonomi yang terjadi, tetapi juga rekonstruksi sosial-politik.

Ketiga, adalah keselamatan dan keamanan.
Pemerintah harus mendorong adanya komunitas pencegahan bencana dimana warga disiapkan untuk siap setiap saat ketika terjadi gempa. Selain itu langkah antisipasi bencana kemudian dijadikan agenda nasional dengan mempersiapkan jaringan komunikasi yang lebih baik yang kondusif pada saat-saat darurat. Ini harus dilakukan mengingat kita sadar bahwa langkah pemerintah pada saat bencana terjadi sering dianggap lambat karena karena lemahnya sistem komunikasi darurat. Keterlambatan ini bisa menjadi fatal karena akibat lambatnya penanganan dan sitem komunikasi akan membuat semakin banyaknya korban yang tidak dapat tertolong.

Contoh Jepang yang telah menerapkan Perbaikan sistem ini dan ternyata berhasil yaitu ketika Oktober 2004 lalu, Niigata dihantam gempa. Dalam tujuh menit, angkatan bersenjata Jepang sudah bertindak dan 30 menit kemudian informasi sudah terkumpul. Lalu, pemerintah provinsi lainnya, Hyogo, langsung mengirim ahli pemulihan gempa, pembangunan perumahan darurat, menilai tingkat bahaya rumah yang rusak, menyediakan tim kesehatan, serta pelayanan spiritual dan psikologi.

Model penyuluhan gempa
Masyarakat dituntut harus lebih sadar dan waspada bahwa betapa bencana setiap saat mengancam dan untuk itu diberikan Model penyuluhan untuk mengahadapi bencana seperti letusan gunung atau gempa. Langkah-langkah praktis dalam menghadapi bencana harus dikenalkan di sekolah-sekolah dasar, hingga keseluruh kelurahan bahkan masyarakat terpencil yang banyak tersebar di Negara kita termasuk bagi setiap warga asing yang akan tinggal di Indonesia. Selain berupa peragaan, harus juga dibikin dan disebarkan buku kecil yang berisi prosedur darurat gempa dalam bentuk gambar dan tulisan yang singkat, padat, menarik, dan mudah dipahami.

Sebagai contoh, di Jepang, diajarkan bahwa langkah pertama adalah mencari selamat dengan diam di bawah meja dengan bantal di atas kepala. Ini dimaksudkan untuk melindungi kepala dari benda-benda yang mungkin jatuh dan mengenai kepala kita. Ini berbeda dengan di Indonesia, yang terbiasa langsung lari keluar gedung atau rumah yang ditujukan untuk menghindari reruntuhan. Selain itu, di Jepang, sebagian dari mereka juga dianjurkan untuk cepat membuka pintu, namun hanya untuk mempermudah akses keluar setelah gempa berhenti, dan bukan untuk lari keluar gedung.

Langsung keluar gedung dianggap lebih beresiko, daripada diam di bawah meja. Ini mengingat banyaknya gedung-gedung tinggi di Jepang. Bila api kompor masih menyala, sangat dianjurkan untuk lebih dulu mematikan gas, dan kalau api sudah mulai menyala besar sebagai tanda kebakaran mereka mesti mematikan dengan pemadam kebakaran yang harus disediakan di setiap rumah. Dalam buku kecil tersebut juga dijelaskan soal tsunami. Ini dikhususkan bagi mereka yang tinggal di dekat pantai. Begitu terjadi gempa, langkah pertama harus mencari tempat atau lahan yang tinggi. Tsunami biasanya datang begitu cepatnya setelah gempa.

Seluruh prosedur seperti itu sudah mendarah daging pada masyarakat Jepang. Tentu ini merupakan salah satu keberhasilan program penyuluhan antisipasi gempa. Hal ini ditambah lagi dengan peran televisi yang selalu menyiarkan warning yang diberikan lembaga-lembaga riset yang ada. Begitu terjadi gempa, dalam kurang dari dua menit telah ada tulisan di setiap program TV bahwa telah terjadi gempa dengan rincian kekuatannya. Tidak hanya gempa, bencana angin taifu juga selalu mengancam. Namun, angin taifu dapat lebih dini terdeteksi dan disiarkan TV seminggu sebelumnya. Pergerakan angin taifu di pasifik selalu diperlihatkan di layar TV setiap saat, sehingga kita tahu dimana posisi angin taifu. Artinya, masyarakat memang telah disiapkan untuk menghadapi bencana, dengan sistem deteksi dini, sistem diseminasi informasi, serta prosedur standar saat terjadi bencana.

Seperti itulah seharusnya sikap kita dalam menghadapi bencana yang terjadi mengingat bencana adalah kawan kita yang harus dimengerti dan dipahami apa maunya karena kita tidak bisa melawan kekuatan alam yang maha dahsyat, bukan dengan bertahan karena belum ada wangsit atau hal-hal berbau mistik yang biasanya dikaitkan dalam suatu bencana yang terjadi seperti yang masih banyak dipercaya di negeri kita ini.

Kearifan Lokal itu perlu namun kearifan lokal yang tidak didiringi dengan ilmu pengetahuan yang biasannya malah menyesatkan.

Karena itu, hikmah terbesar yang bisa kita ambil dari kasus bencana seperti gempa dan letusan gunung berapi ini adalah bahwa pemerintah Indonesia harus mulai sadar tentang pentingnya mitigasi bencana alam. Dari mulai sistem deteksi dini yang memang mengandalkan riset, sistem informasi darurat, manajemen rehabilitasi bencana alam, serta penyuluhan bencana alam. Bukan dengan selalu membuat alasan bahwa setiap bencana yang terjadi tidak sama dengan bencana bencana yang telah terjadi dahulu. Sebenarnya kita tahu kok bencana apa saja yang selalu mengancam negeri ini. Gempa, tsunami dan Letusan gunung sudah menjadi tema bencana biasa di negeri ini. Jadi ya sama saja. Namun mengapa kita selalu belum siap jika bencana yang sama datang? Ya karena kita tak pernah mempersiapkan dengan serius dan terencana akan hal itu.

Bencana memang di luar kehendak kita, sehingga yang bisa kita lakukan adalah memaksimalkan usaha antisipasi untuk meminimalkan dampak. Tentu, harapan kita adalah bahwa konstruksi fisik, sosial ekonomi, dan politik Bencana mesti bisa lebih baik dari sebelumnya.

Diakhir tulisan ini saya hanya akan mengajak bahwa mulai saat ini selain dari memaksimalkan usaha dalam mitigasi bencana diatas, saya mengajak agar kita lebih sadar dengan lebih berintrospeksi ke dalam diri kita masing-masing. Sebagai orang beragama, Upaya Beribadah, memperbanyak amal baik harus semakin ditingkatkan karena bilamana terjadi bencana yang tidak bisa kita hindari lagi dan kita hanya bisa pasrah atas kehendaknya, sekalipun kematian menghampiri kita, kita sudah siap dengan amal ibadah yang kita punya.